STANDAR NORMA DAN PENGATURAN NOMOR 4 TENTANG HAK ATAS KESEHATAN
berpotensi menjadi masalah kesehatan mental. Kebaruan penyakit tersebut dan belum
adanya keajekan tata laksana penyakit memicu derasnya berita buruk dan memicu
ketakutan yang berpengaruh pada tatanan sosial. Kecepatan penularan Covid-19
membutuhkan penanganan yang masif dan berakibat pada penyakit-penyakit lainnya
menjadi kurang terperhatikan.
13.
Pada 2020, Indonesia menghadapi empat transisi masalah kesehatan yang memberikan
beban ganda, yaitu.
i.
Transisi epidemiologi berupa dua kelompok penyakit, yaitu penyakit menular
(communicable diseases) dan penyakit tidak menular (non-communicable diseases).
Penyakit menular tersebut, misalnya, penyakit tuberkulosis, malaria, demam berdarah
dengue, hepatitis, infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV. Sampai saat ini,
penyakit menular masih ada dan bahkan bertambah dari tahun ke tahun dan berlomba
adu cepat dengan laju penyakit tidak menular yang kini prosentasenya semakin
meningkat. Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes mellitus atau kencing
manis, gagal ginjal, gangguan pembuluh darah dan jantung, strok (stroke), kanker juga
masih menjadi masalah serius. Faktor risiko yang juga menyebabkan penyakit, baik
menular maupun tidak menular merupakan kurangnya perilaku hidup bersih dan
sehat.
ii.
Transisi gizi terkait dengan sektor gizi. Indonesia masih berhadapan dengan masalah
kekurangan gizi, di mana konsumsi rumah tangga di Indonesia lebih diprioritaskan
untuk membeli makanan instan dan produk tembakau dibandingkan untuk membeli
ikan, daging, telur, susu, padi-padian, sayur, dan buah-buahan. Akan tetapi, pada saat
bersamaan, ancaman kasus gizi lebih dalam bentuk kegemukan dan obesitas yang
juga semakin meningkat akibat konsumsi junk food yang berlebihan.
iii. Transisi demografi ditandai dengan usia harapan hidup yang meningkat, yang
berakibat bertambahnya prosentase penduduk berusia lanjut (geriatric) dan menjadi
tantangan tersendiri bagi sektor kesehatan karena kasus penyakit geriatri pun
mengalami peningkatan.
Sementara di sisi lain, Indonesia masih menghadapi
masalah kesehatan klasik dari populasi penduduk bayi baru lahir (neonatus), balita,
anak, dan remaja, hingga ibu hamil, melahirkan, dan nifas.
iv.
Transisi perilaku atau gaya hidup. Pergeseran perilaku hidup ke kehidupan modern
(sedentary life) sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia.
Pergeseran ini ditandai dengan gaya hidup serba instan dan pemakaian gawai yang
berlebihan, termasuk dalam memilih bahan makanan, yang pada akhirnya
mempengaruhi status kesehatan. Selain itu, perilaku merokok bagi sebagian besar
masyarakat masih dianggap menjadi perilaku yang normal, kebiasaan turunmenurun, dan gaya hidup (lifestyle). Di sisi lain, masih terdapat perilaku hidup
masyarakat yang dipengaruhi atau masih kental dengan mitos yang diwariskan dari
3