MARJINALISASI HAK POLITIK PENYANDANG DISABILITAS 2. States Parties shall prohibit all discrimination on the basis of disability and guarantee to person; with disabilities equal and effective legal protection against discrimination on all grounds. 3. … in order to promote equality and eliminate discrimination, States Parties shall take all appropriate steps to ensure that reasonable accomodation is provided. 4. Spesific measure which are necessary to accelerate or achieve de facto equality of persons with disabilities shall not be considered discrimination under the terms of the present Convention”. Secara historis, praktek diskriminasi terhadap PD sudah terjadi sejak manusia mengenal peradaban. Bentuk diskriminasi yang dipraktikkan maupun faktor penyebabnya sangat beragam, namun ciri yang paling ringan adalah melembaganya sikap sinis dan apriori publik terutama dari pemegang otoritas kepada PD. Hal ini tercermin dalam kisah Abdullah Ibn Ummi Maktum seorang PD (tunanetra) yang datang menghadap Nabi Muhammad SAW, untuk mendapatkan bimbingan, namun ia ternyata diperlakukan oleh Nabi Muhammad, SAW secara sinis dan apriori, dan lebih mendahulukan kelompok lain dengan asumsi kesempurnaan. Allah SWT kemudian menegur Nabi-Nya melalui wahyu dalam Al-Qur’anul Qarim: “Dia (Muhammad) menampakkan wajahnya dengan raut muka yang masam kepada tuna netra (Ibn Ummi Maktữm) yang datang bertamu (untuk diberi petunjuk). Dia (Muhammad) lalu memalingkan perhatian kepada para tamu terhormatnya yang hadir lebih dahulu. Tahukah kamu (Muhammad) sebenarnya ia ingin membersihkan dirinya (dari pengaruh kaum jahiliyah), dan itulah sebabnya dia datang kepadamu (Muhammad) untuk mendapatkan pengajaran (tentang tauhid dan keislaman), ia sangat berharap pengajaran itu memberi manfa’at kepadanya. Adapun orang-orang yang kau nilai serba cukup (bukan disabilitas/tuna netra yang datang kepadamu), rupanya kamu (Muhammad) lebih mendahulukannya. Padahal tidak sedikitpun engkau (Muhammad) terhina seandainya tamu terhormatmu (Muhammad) itu tidak beriman. Sedangkan orang (Ibn Ummi Maktữm) yang datang 90

Select target paragraph3