Tren Marjinalisasi dan Diskriminasi Hak Politik Menurut salah seorang tim penyidik, Ipda Nasir, bahwa pihaknya akan memeriksa anggota KPUD Barru pekan depan. Sebelumnya, tim penyidik juga telah memeriksa sejumlah anggota KPPS, PPS, dan PPK serta pencatat sipil se-Kabupaten Barru. “Dari hasil penyidikan terhadap keterangan saksi dan barang bukti lainnya, kuat dugaan jika anggota KPUD Barru bakal dinyatakan sebagai tersangka”, ujar Nasir. Sementara itu, Yusuf Iskandar mengaku mendapat tekanan dalam bentuk isolasi dari oknum anggota KPPS karena mengadukan kasus ini ke pihak yang berwajib. Saharuddin Daming yang ikut didengar keterangannya oleh penyidik mengaku lega dan salut atas komitmen penegak hukum Pilkada di Kabupaten Barru. “Tindakan serius penegak hukum pilkada untuk mengusut tuntas kasus ini, sangat berdampak positif dalam memerangi sikap dan perilaku arogan serta ketidakpedulian penyelenggara negara seperti KPUD yang seharusnya memberikan layanan publik dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” kata Saharuddin Daming, yang juga selaku Ketua Jaringan Kerja Pemilu Yang Adil, dan Aksesibel Bagi Penyandang Cacat. Sementara itu, salah seorang tim penyidik khusus, Ipda Aswar Nasution meyakini bila kasus template ini akan menyeret seluruh anggota KPUD Barru ke depan pengadilan untuk mempertangungjawabkan kesalahannya. “Kami telah menyiapkan sejumlah peraturan hukum untuk membawa kasus ini ke tahap selanjutnya, mulai pelanggaran asas luber dan jurdil, kelalaian dalam melaksanakan kewajiban hingga penghilangan hak suara serta penghinaan harkat dan martabat”, ujar Aswar. Menurutnya, para anggota KPUD Barru ini dapat dijerat dengan delik sumpah palsu lantaran keputusan mereka yang tidak menyediakan template sebagai syarat mutlak penyelengaraan pilkada yang adil dan aksesibel bagi penyadang cacat, jelas adalah pelanggaran sumpah jabatan.” (www.gatra.com) Hasil pantauan media sebagaimana dikemukakan di atas, jelas menunjukkan bahwa hak PD sebagai warga negara dalam penyelenggaraan Pemilu ternyata bukan saja tak dipenuhi, dilindungi, dan dihormati, malah cenderung dilecehkan, diremehkan, disia-siakan, diabaikan, bahkan ada yang dieksploitasi dan dimanipulasi oleh perlakuan publik. Sinisme seperti ini tampak jelas pada SKEP KPU Nomor 26 dan 36 Tahun 2004 tentang pensyaratan calon presiden dan wakil presiden. Meski penulis bukan dan sama sekali tak berafiliasi dengan salah satu parpol maupun figur kandidat presiden yang diduga kuat sebagai sasaran tembak SKEP dimaksud, penulis menilai kebijakan KPU seperti itu secara frontal telah mereduksi, mengeliminasi dan mendekonstruksi politikal space bagi PD. 45

Select target paragraph3