PENDAHULUAN
Persons with disabilities include those who have long-term physical,
mental, intellectual or sensory impairments which in interaction with
various barriers may hinder their full and effective participation in
society on an equal basis with others”.
Rangkaian pranata hukum sebagaimana dikemukakan di atas menjadi sarana
legitimasi bagi upaya perjuangan PD dalam mengaktualisasikan nilai kehormatan,
penegakan, dan perlindungan hak asasi yang dimilikinya. Ini penting karena meski
dengan kondisi fisik, dan atau intelektual mengalami disfungsi, namun PD secara
konstitusional merupakan bagian dari warga negara Indonesia, mempunyai hak
dan kedudukan yang sama di depan hukum dan pemerintahan sebagaimana
dijamin dalam Pasal 27 ayat 1 UUD 1945.
Upaya untuk meningkatkan peran serta pemajuan, pemenuhan hak dan
kewajiban para PD dalam pembangunan nasional, merupakan hal yang sangat
urgen dan strategis. Apalagi dengan bergulirnya semangat reformasi dan
demokratisasi yang bertumpu pada penguatan sendi-sendi dasar HAM, maka PD
ditinjau dari optik sosio-kultural pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang
memiliki dan berpeluang untuk mengekspresikan potensi bagi kemajuan diri dan
lingkungannya. Bahkan PD dalam fase tertentu dapat menjadi change of social
agent bagi pembangunan di segala bidang serta berkesempatan untuk tampil
mengukir prestasi gemilang secara multidisipliner.
Bukan hanya itu, jika tersedia kesempatan, ruang, dan persepsi yang
kondusif, maka unsur kedisabilitasan tidak akan pernah menjadi faktor penghalang
atau perintang baginya untuk mengukir dan mempersembahkan prestasi
spektakuler melebihi kemampuan normal. Mungkin kita umumnya tidak pernah
tahu atau lupa, jika dunia ini menjadi terang benderang oleh sorotan lampu listrik
hasil ciptaan Thomas Alpha Edison atau alunan simphoni musik klasik menakjubkan
karangan Bethoven yang sangat terkenal yang tidak lain adalah seorang tunarungu.
Stephen Hawkins yang dinobatkan sebagai manusia tercerdas dalam ilmu
geofisika di abad ini, sesungguhnya juga adalah PD. Inggris sebagai salah satu
negara termaju di dunia melalui Perdana Menteri Tony Blair sangat bangga dan
tidak malu mengangkat Davied Blunkett sebagai Menteri Pendidikan dan Tenaga
Kerja, meski ia adalah penyandang tunanetra. Bahkan Presiden yang paling
populer dan terlama berkuasa di AS yaitu Franklin Roosevelt tidak lain adalah
seorang PD yang sukses menaklukan NAZI Jerman dan Jepang meski ia
mengendalikan para panglimanya di medan tempur di atas kursi rodanya.
Di negara-negara berkembang seperti Mesir, sudah lama mengorbitkan PD
duduk dalam jabatan-jabatan tinggi dalam pemerintahan bahkan di Universitas
Al- Azhar yang sangat terkenal itu diasuh oleh 4-5 orang guru besar yang juga
adalah PD. Demikian pula Deng Xiaoping (pemimpin pembaharuan China), Cruz
Chov (Presiden Sovyet), Syech Achmad Yasin (Pemimpin dan Pendiri Hamas),
Paus Yohanes Paulus II, dan Jenderal Besar Sudirman (Panglima Besar TNI) adalah
13