E.
Pondok Pemulihan Sahabat, Kabupaten Sleman.
Panti rehabilitasi ini beralamat di Jl. Sidomoyo, Tegalan V RT 002 RW
10, Sidomoyo, Godean, Sleman, Yogyakarta. Panti ini berbentuk yayasan,
didirikan oleh sepasang suami istri dengan mempekerjakan 6 orang pegawai yang membantu mengurus kebutuhan PDM penghuni panti. Jumlah
PDM penghuni panti 27 orang, 19 laki-laki dan 8 perempuan. Pemilik panti
menggunakan metode pemulihan terapi rohani, sosial, pendampingan,
terapi kerja/kegiatan, terapi seni dan liburan. Pondok pemulihan dirancang
sedemikian rupa sehingga PDM merasa berada di rumah dan dianggap
bagian dari keluarga. Ibu Ngisti, pemilik panti beranggapan bahwa setiap
PDM memiliki masa-masa tenang yang disebut masa emas, saat itulah
terapi mental dilakukan, sehingga PDM mampu mendeteksi dirinya sendiri
kapan ia akan kambuh dan mengetahui harus berbuat apa.
Pondok pemulihan sahabat, menurut tim observer mempraktikkan, praktik pemulihan yang paling baik diantara panti-panti lain yang
dikunjungi tim observer. Selain terapi rohani, panti ini menggunakan terapi
rekreasi, dimana PDM diajak untuk bertamasya ke tempat hiburan, mall,
dan tempat-tempat keramaian lain.
“sebenarnya mereka memiliki masa tenang yang kami sebut masa
emas, saat itulah kami masuk untuk berbicara dari hati, itulah
saat dimana mereka bisa dinasehati dan diberitahu. Hal pertama
yang diinformasikan kepada mereka adalah mengenai keadaan
mereka ketika tidak sadar atau kambuh. Setelah mereka memiliki kesadaran
bahwa mereka punya hambatan, kita ajarkan cara mengatasi hambatan tersebut, tanda-tanda mereka akan kambuh. Hingga mereka sadar dan tahu, kapan
mereka akan kambuh, dan tahu harus berbuat seperti apa. Setiap pasien punya cara dan penanganan yang berbeda, jadi jika ada 27 pasien, kita punya 27
cara dan metode yang berbeda” (Wawancara Ibu Ngisti, 23 November 2017).
23