“dulu pernah menerima bantuan dari Pemerintah, sudah lama sekali tidak
“dulu pernah menerima bantuan dari Pemerintah, sudah lama sekali tidak menerima lagi.
menerima lagi. Dulu 3 bulan sekali dari dinas sosial biasanya mengirim beras dan
Dulu 3 bulan sekali dari dinas sosial biasanya mengirim beras dan logistik lainnya, tapi
logistik
tapipernah
sekarang
tidak pernah
lagi,
malah
mengirim
pasien.
sekaranglainnya,
sudah tidak
lagi, sudah
malah mengirim
pasien.
Polisi
juga begitu,
beberapa
kali ke juga
sini kirim
pasienbeberapa
saja hasil razia
Sudah
3 tahun
kamihasil
jalanrazia
sendiri
Polisi
begitu,
kali dikejalanan.
sini kirim
pasien
saja
didengan
jalanan.
biaya kami sendiri, beberapa donatur ngasih, dari infaq dan sodaqoh warga. Terus keluarga
Sudah 3 tahun kami jalan sendiri dengan biaya kami sendiri, beberapa donatur
pasien ngasih seikhlasnya. Ada juga yang hanya nitip pasien saja kesini, tapi tidak nitip uang
ngasih,
dari infaq dan sodaqoh warga. Terus keluarga pasien ngasih seikhlasnya.
dan biayanya. Sistem disini subsidi silang.”(Wawancara Kyai Mudzir, 21 November 2017)
Ada juga yang hanya nitip pasien saja kesini, tapi tidak nitip uang dan biayanya.
Metode pemulihan yang digunakan di Yayasan Bina Lestari Mandiri
berfokus pada aspek rohani, dengan metode pengobatan tradisional-agama.
Beberapa aktivitas pemulihan yang pernah dilakukan adalah meminumkan
air putih yang telah dibacakan doa khusus, mengoleskan minyak syafara
arab sebagai sarana untuk memijat dan mengurut tubuh pasien, dan
memandikan pasien dengan doa dan ritual khusus. Terdapat pantangan
atau larangan bagi pasien untuk mengkonsumsi obat-obatan (termasuk
pengobatan kesehatan jiwa modern), daging, kopi dan rokok. Pemilik panti
beranggapan bahwa PDM merupakan manusia yang sedang diganggu oleh
jin/makhluk halus, dengan mengkonsumsi daging (diidentikkan dengan
perilaku buas) dan kopi, jin akan semakin sulit untuk dikeluarkan dari tubuh
pasien. (Wawancara Kyai Mudzir, 21 November 2017).
Pasien ditempatkan dalam kamar-kamar tembok yang tidak memiliki
daun pintu, berlantai keramik dan memiliki sirkulasi udara yang cukup baik,
meskipun aroma yang tercium sangat tidak sedap dikarenakan beberapa
pasien sangat sulit untuk dimandikan, serta buang air di sembarang tempat di kamar-kamar tersebut. Di setiap kamar terdapat dipan kayu yang
digunakan pasien untuk duduk dan tidur serta merantai pasien jika sedang
kambuh.
15