E. Metode Observasi dan Pelaksanaan Workshop Observasi dilakukan dengan metode surveilance atau kunjungan mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya, metode ini dipilih untuk menjaga orisinalitas situasi sosial dan aktivitas panti-panti rehabilitasi sosial yang dikunjungi. Tim peneliti mengumpulkan data dan fakta dengan melakukan wawancara kepada pemilik panti, pengurus, penghuni panti, dan masyarakat sekitar panti serta mendokumentasikannya dalam bentuk audio dan visual. Workshop dilaksanakan dengan mengundang pakar kesehatan jiwa dan rehabilitasi sosial, Pemerintah dan Pemerintah Daerah, NGO, Organisasi Penyandang Disabiltas, dan masyarakat umum untuk secara bersama-sama menyusun rencana tindak lanjut paska pemaparan hasil temuan Komnas HAM dan penyampaian materi oleh para pakar. Pemaparan hasil temuan berdasarkan urutan lokasi yang dikunjungi Komnas HAM pada saat observasi lapangan. beberapa hal yang diobservasi adalah: a.Profil panti (alamat, kepemilikan, izin penyelenggaraan panti rehabilitasi sosial, dan sumber pendanaan). b.Kondisi panti (kebersihan lingkungan dan sanitasi, daya tampung, jumlah PDM, dan jumlah pegawai). c.Aktivitas panti (mekanisme penerimaan pasien, metode pemulihan yang digunakan, perlakuan terhadap pasien). d.Penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM bagi PDM di panti rehabilitasi sosial. 10

Select target paragraph3