secara positif maupun negatif. Kecenderungan dan pengesahan Undang-Undang Kepolisian ini menimbulkan tantangan terhadap hak asa- pada 2002 belum menghapus budaya impuni- si manusia yang terus berdinamika mengiku- tas dan kontestasi pada institusi kepolisian,17 ter- ti perkembangan teknologi digital yang perlu masuk budaya kekerasan.18 Kedua kasus tersebut ditangani oleh Komnas HAM RI. Pada titik ini, semakin menampakkan kegagalan reformasi mandat dan fungsi Komnas HAM RI penting un- kepolisian karena kasus penggunaan kekerasan tuk diletakkan pada era digital untuk melindungi yang berlebihan, kekerasan dan pembunuhan di dan mempromosikan hak digital dan kebebasan luar hukum atau tidak sah. digital untuk menjamin keadilan digital. Akar permasalahan peristiwa tersebut bermuasal pada Undang-Undang Kepolisian yang menja- C. Reformasi Kepolisian sebagai Prasyarat Meraih Akuntabilitas Kepada Publik dikan Polri sebagai institusi yang otonom tanpa pengawasan dan meletakkan di bawah koordinasi langsung Presiden.19 Komnas HAM RI memiliki peran penting untuk meminta akuntabilitas dan Paruh terakhir tahun 2022, publik dikejutkan profesionalisme kepolisian RI sebagai penegak dengan serangkaian skandal yang mengungkap hukum untuk melindungi hak asasi manusia. kelalaian dan kebrutalan polisi. Pada 8 Juli, peris- Reformasi kepolisian tentu berpotensi mengarah tiwa kematian Brigadir J mengungkap adanya pada situasi kuldesak apabila tidak segera dilaku- pelibatan Irjen Ferdy Sambo dan konspirasi yang kan reformasi struktural dan akuntabilitas kepoli- melibatkan 97 personel kepolisian dalam upaya sian yang demokratis. Kembali peran Komnas menghalangi proses hukum. Kemudian pada 1 HAM RI diperlukan sebagai pengawas indepen- Oktober, kembali terjadi peristiwa yang melibat- den untuk mengembalikan kredibilitas institusi kan polisi dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan. kepolisian untuk memperkuat trajektori reformasi Ratusan orang terluka dan 135 orang meninggal, kepolisian pasca pemisahan dengan TNI. Secara termasuk 40 anak-anak. Dalam peristiwa tersebut simultan Komnas HAM RI perlu melakukan pe- polisi melanggar banyak standar keamanan dasar ningkatan kapasitas penerapan hak asasi manu- internasional dalam manajemen kerumunan, sia pada setiap personel kepolisian secara berkala menyebabkan bencana terburuk dalam sejarah dan berkelanjutan untuk menanamkan budaya olahraga Indonesia dan terburuk kedua dalam pemolisian berbasis hak asasi manusia. sejarah sepak bola dunia. 16 Kedua peristiwa ini menunjukkan bahwa upaya reformasi kepolisian yang dimulai dengan pe- D. Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia Masa Lalu Harus Berpijak Pada Kepentingan Korban misahan institusi tersebut dari militer pada 1999 15 16 17 18 19 Thomas Power and Eve Warburton, op.cit, hlm. 10 Jacqui Baker, The End of Police Reform, https://indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au/the-end-of-police-reform/, diakses pada 26 Maret 2023 ibid Aisyah Llewellyn, From murder to stadium crush: Can Indonesia’s police reform? https://www.aljazeera.com/news/2023/3/20/from-samboto-kanjuruhan-can-indonesias-police-reform, diakses pada 26 Maret 2023 ibid Cap ai an, Tantangan & Opt imisme Me lan jut kan Lan gkah dalam Pe majuan dan Pe n e gaka n H A M 9

Select target paragraph3