pasca-konflik untuk mencegah dan mengata-
wa Papua merupakan kawasan yang terdampak
si pelanggaran hak asasi manusia terkait bisnis.
konflik dan penerapan Prinsip-Prinsip Panduan
Rekomendasi ini disusun karena situasi global
PBB tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia men-
selama satu dekade terakhir di bawah bayang-
jadi keniscayaan.
bayang konflik yang cenderung terus mengalami
eskalasi hampir tiga kali lipat, dengan peningka-
Dalam konteks ini, Kelompok Kerja PBB tentang
tan kematian terkait enam kali lipat. Dengan de-
Bisnis dan Hak Asasi Manusia merekomendasi
mikian, bisnis menghadapi tantangan yang kom-
negara untuk mengembangkan pedoman yang
pleks untuk tidak terlibat dalam pelanggaran hak
tepat untuk keterlibatan bisnis dalam pengatur-
asasi manusia saat mereka beroperasi atau memi-
an pembangunan perdamaian dan memastikan
liki hubungan bisnis dengan aktor di lingkungan
bisnis beroperasi dengan menghormati hak asasi
konflik. Secara simultan bentuk-bentuk terbu-
manusia dan sensitivitas konflik. Sementara itu,
ruk pelanggaran hak asasi manusia terkait bisnis
bisnis mengembangkan uji tunas hak asasi ma-
cenderung terjadi dalam wilayah konflik.7
nusia sebagai instrumen pencegahan konflik dan
mengembangkan mekanisme pengaduan ting-
UNDP memberikan definisi kawasan yang ter-
kat operasional dengan pendekatan peka konflik.9
kena dampak konflik (conflict-affected area) untuk menggambarkan berbagai konteks terjadinya
Pada titik ini, Komnas HAM RI memiliki peran
tingkat kekerasan yang tinggi terjadi, termasuk,
strategis untuk mendorong pendekatan berbasis
namun tidak terbatas pada, wilayah geografis,
hak asasi manusia (human rights based ap-
wilayah, atau negara yang mengalami berbagai
proach) untuk menyeimbangkan dampak positif
tingkat konflik bersenjata atau kekerasan yang
dan negatif dari investasi untuk pembangunan
meluas termasuk perang antarnegara atau perang
infrastruktur. Pendekatan berbasis hak mensya-
saudara, pemberontakan bersenjata, kekerasan
ratkan bahwa standar hak asasi manusia me-
ekstremisme, atau bentuk kekerasan terorganisir
mandu semua tahapan pemrograman, perenca-
lainnya. Selain itu, konflik bisa sangat terlokali-
naan dan pelaksanaan proyek, melalui penerapan
sir dan terfokus pada kekerasan antarkomunitas,
prinsip-prinsip tata kelola yang baik, meliputi
namun tetap saja bersifat pervasif atau berkelan-
partisipasi; akuntabilitas; tanpa diskriminasi; dan
jutan. Dalam situasi pasca-konflik, hal ini dapat
transparansi.10 Secara simultan Komnas HAM RI
mengacu pada berulangnya konflik kekerasan
harus memainkan peran penting untuk mengar-
atau berhubungan dengan konteks terdapat
tikulasikan dampak
kekhawatiran peningkatan pelanggaran hak asa-
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan hak
si manusia atau ketidakstabilan politik dan sosial
asasi manusia saat ini menjadi isu kepentingan
yang meluas.8 Eskalasi konflik yang cenderung
politik. Salah satu alasannya terkait dengan fak-
terus mengalami peningkatan secara signifikan
ta bahwa tidak adanya kewajiban bisnis dalam
lima tahun terakhir di Papua menunjukkan bah-
hukum internasional terhadap hak asasi ma-
7
8
9
10
investasi terhadap Tujuan
UN Working Group on Business & Human Rights, ‘Business, human rights and conflict-affected regions: towards heightened action, OHCHR,
2020, hlm. 1
United Nations Development Programme Heightened Human Rights Due Diligence for business in conflict-affected contexts; A Guide. New
York, United States of America, (2022), hlm. 9
UN Working Group on Business & Human Rights op.cit., hlm. 3
Jenny Grönwall, Applying a Human Rights-Based Approach to Transboundary Infrastructure Projects, tanpa tahun, hlm. 2
Cap ai an, Tantangan & Opt imisme Me lan jut kan Lan gkah dalam Pe majuan dan Pe n e gaka n H A M
7