asasi manusia pada level meso seringkali ber-
ulayat dan hak-hak masyarakat adat.6
kaitan dengan aksesibilitas dan keterjangkauan
layanan sosial tertentu. Privatisasi infrastruktur
Seringkali dalam setiap pembangunan infra-
dasar berimplikasi pada kenaikan tarif yang ter-
struktur terdapat fenomena trade-off antara hak
lalu tinggi atau penolakan layanan karena keti-
asasi manusia dengan pertumbuhan investa-
dakmampuan membayar berpotensi melanggar
si dan ekonomi sehingga terjadi konflik agraria.
hukum hak asasi manusia. Kebijakan yang me-
Peristiwa penggunaan kekerasan yang eksesif di
nempatkan
partisipasi sektor swasta investor
Wadas, Purworejo karena penolakan warga atas
layanan publik dapat memutuskan individu dan
rencana pemerintah membangun bendungan
masyarakat yang rentan dari layanan infrastruktur
memperlihatkan dampak investasi terhadap hak
dasar. Sementara itu, dampak hak asasi manusia
asasi manusia. Secara simultan konflik agraria
pada level makro berkaitan dengan tindakan dan
akibat investasi menegasikan hak memperoleh
kelalaian negara dan pengemban tugas lainnya
akses keadilan untuk mempertahankan hak atas
yang diakibatkan oleh penetapan rancang ban-
tanah. Selanjutnya, peristiwa penembakan ter-
gun, proses dan perencanaan yang buruk, dan ke-
hadap para pekerja jalan di Distrik Moskona
gagalan untuk melaksanakan penilaian dampak
Barat-Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni,
lingkungan dan hak asasi manusia. Secara si-
Papua Barat yang menyebabkan 4 (empat) peker-
multan dampak hak asasi manusia dapat terjadi
ja tewas setelah sekelompok orang bersenjata
akibat kesalahan pengelolaan fiskal dan keuangan
menyerang semestinya diletakkan dalam pers-
proyek infrastruktur sehingga menyia-nyiakan
pektif bisnis dan hak asasi manusia di wilayah
sumber daya publik dan menambah beban fiskal,
konflik. Penolakan Organisasi Papua Merdeka
utang berlebihan, penarikan layanan publik.5
terhadap pembangunan trans Papua menun-
4
jukkan diperlukan pendekatan pembangunan
Dalam konteks ini, investasi infrastruktur sering-
infrasruktur berbasis hak asasi manusia. Keha-
kali menegasikan hak prosedural dan substantif,
diran Komnas HAM RI
termasuk hak yang terkait dengan transparansi,
fungsi menjadi penting untuk menjaga agar hak
partisipasi dan akuntabilitas, hak atas kebebasan
asasi manusia tidak diasumsikan sebagai nilai
berpikir, berpendapat, berkumpul dan berserikat,
niskala jika dihadapkan dengan politik investasi
hak untuk mengakses informasi dan berpartisi-
sehingga hak asasi manusia tidak ditransaksikan
pasi dalam urusan publik dan hak atas pemulihan.
secara murah demi kepentingan investasi.
berbekal mandat dan
Hak prosedural merupakan prinsip dasar hukum
lingkungan internasional. Selain itu, masyarakat
Kelompok Kerja PBB tentang Bisnis dan Hak
adat memiliki hak atas persetujuan bebas, dida-
Asasi Manusia memberikan rekomendasi kepa-
hulukan dan diinformasikan (free, prior and in-
da negara dan perusahaan untuk menerapkan
formed consent) untuk setiap rencana proyek
Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan
infrastruktur yang akan berdampak pada wilayah
Hak Asasi Manusia dalam konteks konflik dan
3
4
5
6
6
Motoko Aizawa, et,al., The Other Infrastructure Gap: Sustainability Human Rights and Environmental Perspectives, OHCHR and Heinrich Böll
Foundation, 2018, hlm. 16-17
ibid
ibid
ibid
Laporan Tahunan Komnas HAM RI 2022