Komisi Nasional Hak Asasi Manusia infor­ masi yang ada melalui pengembangan website Komnas HAM yang lebih uptodate. Lantas, siapa sosok perempuan yang dikenal tangguh ini? Hesti Armiwulan lahir di Pasuruan, 20 Desember 1963. Meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Surabaya pada 1987. Di Universitas yang sama ia menyelesaikan pendidikan pasca sarjana (S2) Program Ilmu Hukum pada 1996 dan saat ini ia sedang menyelesaikan program doktor (S3) di Fakultas Hukum Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI). Di almamaternya ia menjadi dosen tetap Fakultas Hukum dan menjadi Ketua Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Surabaya pada tahun 2002 hingga 2006. Ia dikenal sebagai aktivis perempuan sejak terlibat aktif di Pusat Studi Hak Asasi Manusia pada 1995 dan pada 1997 bersama beberapa aktivis perempuan di Surabaya mendirikan women crisis centre “Savy Amira” untuk diseminasi dan advokasi hak-hak perempuan dan anak korban kekerasan. Ia sering diundang menjadi narasumber dan penceramah berbagai kegiatan seperti seminar, lokakarya, pelatihan, fasilitator, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional. Berbagai pelatihan professional di tingkat internasional yang pernah diikutinya antara lain di Philipina (2001), Swedia (2003), Barcelona Spanyol (2004), Amerika (2005), Bangkok (2006). Karya-karya tulisannya tersebar diberbagai media publikasi, baik buku, penelitian, kajian maupun berbagai jurnal. Salah satu karya bukunya berjudul “Menggugat Hak Politik Perempuan” (2005). Pernah menjabat sebagai Wakil Ketua II Bidang Eksternal Komnas HAM periode 2007-2010. Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Hesti Armiwulan tampil sebagai narasumber Workshop HAM bersama Dr. Makarim Wibisono dan Prof. Soetandyo Wigyosoebroto. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia 21

Select target paragraph3