HESTI ARMIWULAN Komisioner Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Sosok aktivis perempuan ini dikenal tangguh dalam upaya pemajuan HAM di Indonesia. Sejak 2010 ia dipercaya memegang tugas sebagai Komisioner Subkom Pendidikan dan Penyuluhan. Hesti Armiwulan, demikian ia disapa, aktif dalam berbagai kegiatan mulai penyuluhan HAM, pelatihan HAM, menjadi narasumber atau penceramah dalam forumforum HAM di tingkat nasional maupun internasional. Sepanjang 2010 begitu banyak kegiatan yang telah ia lakoni dalam rangka penyebarluasan wawasan mengenai hak asasi manusia kepada masyarakat luas. Salah satunya yakni pembelaan terhadap kelompok rentan seperti perempuan korban pendudukan Jepang (Jugun Ianfu), waria, penyandang disabilitas dan sebagainya. Perempuan korban pendudukan Jepang yang lebih dikenal dengan sebutan Jugun Ianfu hingga masih membutuhkan perhatian karena sering mengalami stigma dan diskriminasi. Perjuangan mereka untuk memperoleh keadil­ an sudah berlangsung sejak era 1980-an. Namun keadilan itu tidak kunjung datang lantaran pemerintah tidak pernah meng­ apresiasi perjuangan para exJugun Ianfu tersebut. Untuk itu, menurutnya perlu langkah-langkah strategis agar sub-ordinasi terhadap ex-Jugun Ianfu dapat dihentikan. 20 laporan tahunan 2010 Selain Jugun Ianfu, kelompok lain yang mendapat perhatian selama 2010 yakni kelompok waria yang selama ini juag sering mengalami stigma dan diskriminasi. Menurutnya, para waria mereka harus mendapatkan jaminan HAM seperti lainnya tanpa ada pembedaan. Upaya peningkatan kesadaran HAM tidak berhenti di sini saja. Salah satu kegiatan yang cukup berhasil yakni penyelenggaraan Workshop Nasional HAM yang melibatkan 103 kepala daerah seluruh Indonesia sebagai partisipan yang terdiri dari gubernur, walikota dan bupati. Menurutnya, para kepala daerah merupakan kelompok strategis untuk diberikan pemahaman soal kewajiban pemerintah daerah dalam melindungi, memajukan, dan memenuhi HAM. Selama 2010 upaya pemajuan HAM melalui program pendidikan dan penyuluhan tidak luput dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan yang pernah dihadapi yakni ketika Komnas HAM diserang oleh kelompok masyarakat di Depok saat dilangsungkan acara pelatihan HAM bagi para waria. Lambannya respon aparat keamanan mem­ buat kerja Komnas HAM men­ jadi terhambat. Untuk itu, guna meminimalisir tantangan yang ada subkomisi pendidikan dan penyuluhan berusaha memanfaatkan seoptimal mungkin teknologi

Select target paragraph3