Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
Ketua Komnas
HAM Ifdhal
Kasim bertemu
dengan Ketua
MPR Taufik
Kiemas
dalam acara
koordinasi
antara Komnas
HAM dan
Pimpinan MPR.
Selatan. Menyelesaikan studi sarjana hukumnya
di fakultas hukum (jurusan hukum dagang) di
Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta,
pada tahun 1990.
Setelah menyelesaikan studi hukumnya, ia
memilih profesi hukum sebagai pekerjaannya.
Pendidikan lanjutan di bidang ini yang pernah
diikutinya, antara lain, adalah: international
human rights advocacy (Montreal, Canada,
1995), international human rights law
(summer program), Columbia University,
New York, USA, pada 1997; Training on
Economic and Social Rights, diselenggarakan
oleh Forum Asia and Canadian Human Rights
Foundation, Bangkok, 1999; dan Training on
International Convention on the Rights of
Child diselenggarakan oleh Kantor Komisaris
Tinggi HAM PBB, Bangkok, 2002.
Perjalanan karirnya di bidang hukum
dimulai dengan berkecimpung di dunia
pembelaan hukum (dengan membantu LBH
Yogyakarta) dan membuka law office di Solo
(1991); kemudian bergabung ke Lembaga
Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)
pada 1993, sampai akhirnya menjadi
Direktur Eksekutif di lembaga ini (19992006), kemudian bekerja di Reform Institute
sebagai direktur program hukum dan legislasi
(2005-2007). sekarang menjadi Ketua Komisi
Nasional Hak Asasi Manusia.
Untuk
meningkatkan
kemampuan
profesionalnya, ia juga aktif mengikuti
berbagai lokakarya dan seminar baik di
tingkat nasional maupun internasional.
Di tingkat internasional, lokakarya yang
diikutinya, antara lain; “Human Security
Now: Strengthening Policy Networks in
Southeast Asia”, Thailand, diadakan oleh
Center for Social Development Studies,
Faculty of Political Science, Chulalongkorn
University, 2004; Workshop tentang “Dealing
with Gross Human Rights Violations: Human
Rights Courts and International Law”, Oslo
Norway, diselenggarakan oleh Norwegian
Centre for Human Rights, 2003; Workshop
tentang International Criminal Court (ICC),
Bangkok, diselenggarakan oleh the NGO
Coalition for International Criminal Court,
2000; dan Workshop tentang International
Mining Advocacy, diadakan oleh Natural
Resources Law Centre, Philippine, 1998;
Selain aktif dalam berbagai kegiatan
advokasi hak asasi manusia, dan telah
menerbitkan beberapa buku, antara lain, In
The Name of Development: Human Rights
and the World Bank in Indonesia (1995);
Tanah sebagai Komoditas (1996); Hak-Hak
Sipil dan Politik: Esai-esai Pilihan (2001);
Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya:
Esai-Esai Pilihan (2001); Pencarian Keadilan
Di Masa Transisi (2003), dan Keadilan vs.
Kebenaran (2003). Melalui rapat sidang
paripurna Komnas HAM, ia terpilih sebagai
Ketua Komnas HAM periode 2007-2012.
Ketua Komnas
HAM, Ifdhal
Kasim
didampingi
Menteri Hukum
dan HAM,
Patrialis Akbar
dan Mantan
Ketua MK
Jimly Ashidiqie
dalam acara
Workshop HAM
Nasional di
Jakarta.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
11