2014
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode belajar partisipatif melalui
permainan, diskusi kelompok, dan penyampaian materi oleh para narasumber. Selain
bertujuan menularkan nilai-nilai HAM pada aparatur Pemerintah Daerah, kegiatan ini pun
diharapkan berimplikasi pada semakin eratnya kerja sama antara Komnas HAM dan
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi
pelaksanaan hak asasi manusia.
8.
Keikutsertaan dalam Legal Expo di KemenkumHAM, Jakarta, 30 s.d.31 Oktober
2014
Undangan Kementerian Hukum dan HAM kepada Komnas HAM untuk berpartisipasi
dalam Legal Expo 2014, telah membuka kesempatan kepada Komnas HAM untuk
menyebarluaskan wawasan HAM kepada institusi pemerintah lainnya dan juga
masyarakat pada umumnya. Perlu disampaikan bahwa institusi pemerintah yang terlibat
dalam kegiatan ini adalah lembaga-lembaga penegak hukum seperti Kepolisian,
Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi, Ombudsman,
PPATK, Komisi Yudisial, Mahkamah Konstitusi, LPSK, dan juga lembaga negara lainnya
seperti DPR-RI, DPD-RI, beberapa unsur Pemerintah Daerah, Badan Narkotika Nasional,
serta unsur organisasi masyarakat lainnya.
Pada kesempatan ini Komnas HAM mengangkat tema “Pemerintah baru, harapan baru
untuk penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang berat.” Pilihan tema ini didukung
dengan dekorasi banner bergambar peristiwa HAM di sekitar kita dan juga menampilkan
replika laporan penyelidikan pelanggaran HAM yang berat sampai saat ini belum disidik
oleh Jaksa Agung. Hal ini merupakan upaya untuk kembali mengingatkan Pemerintah
yang baru tentang pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.
9.
Launching film Senyap, Jakarta, 10 November 2014
Berlarutnya penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang berat masa lalu telah berakibat
pada terlanggarnya hak atas kebenaran, hak atas keadilan, maupun hak atas pemulihan
dari korban atau keluarga korban. Berbagai upaya terus dilakukan oleh Komnas HAM
untuk mendorong negara segera menuntaskan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran
HAM yang berat masa lalu, salah satunya melalui media film. Film diharapkan tidak hanya
mampu mengungkapkan tentang kebenaran kasus, namun juga menjadi medium untuk
mendapatkan dukungan kolektif masyarakat sehingga turut mendesak negara dalam
menyelesaikan kasus-kasus tersebut. Salah satu film yang mempunyai perspektif ini
adalah The Look of Silence (Senyap). Film karya Joshua Oppenheimer ini
menggunakan sudut pandang korban. Joshua sebelumnya telah merilis film berjudul The
Act of Killing (Jagal) yang mengambil perspektif para pelaku pelanggaran HAM yang
berat.
Pada peluncuran film Senyap ini Komnas HAM menggandeng Dewan Kesenian Jakarta
(DKJ). Kegiatan ini dirangkai dengan konferensi pers bersama Komnas HAM dan DKJ
yang dihadiri oleh para korban peristiwa 1965. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang
melibatkan komisoner Komnas HAM dan Adi Rukun (tokoh utama) sebagai narasumber
dan dimoderatori oleh Komisioner Bidang Seni Rupa DKJ, Hafiz Rancajale.
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari HAM Internasional 10 Desember.
Sejumlah lembaga film dan lembaga hak asasi manusia lainnya memberikan apresiasi
positif terhadap kegiatan ini dan menyatakan dukungannya, bahkan mereka memutar film
ini secara serentak pada saat peringatan hari HAM 10 Desember sebagai bagian dari
kampanye ”Indonesia Menonton Senyap”.
Laporan Tahunan Komnas HAM 2014
63