Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
2014
kalangan masyarakat sipil, sejak 2006, telah muncul gerakan internasional yang
selanjutnya disebut Global Appeal for Leprosy yang dimotori oleh The Nippon Foundation
(TNF) dan melibatkan tokoh-tokoh dunia yang peduli dan memiliki komitmen mendorong
penghapusan segala bentuk stigma dan diskriminasi bagi OYPMK dan anggota
keluarganya. Berikut adalah Global Appeal for Leprosy yang telah dilaksanakan :
1. Seruan Global 2013 didukung para pengacara (advokat) di London, Inggris.
2. Seruan Global 2012 didukung asosiasi media di Sao Paulo, Brasil.
3. Seruan Global 2011 didukung perguruan tinggi terkemuka dunia di Beijing, Cina.
4. Seruan Global 2010 didukung kalangan bisnis dunia di Mumbai, India.
5. Seruan Global 2009 didukung tokoh agama dunia di London, Inggris.
6. Seruan Global 2008 didukung LSM HAM dunia di London, Inggris.
7. Seruan Global 2007 didukung perwakilan dari Orang Yang Pernah Mengalami Kusta
di seluruh dunia di Manila, Filipina.
8. Seruan Global 2006 didukung para tokoh dunia di New Delhi, India.
Pada 2014 Komnas HAM mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan kegiatan
internasional ini bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan The Nippon
Foundation. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari seluruh NHRI di tingkat
internasional. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong komitmen bersama seluruh
dunia untuk mendesak negaranya masing-masing dan stakeholders untuk mendukung
upaya penghapusan stigma dan diskriminasi tersebut. Di tingkat nasional, kegiatan ini
bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar, cara pandang yang positif,
membangun kesadaran dan kepedulian dari seluruh stakeholders dan masyarakat luas
terhadap OYPMK dan anggota keluarganya.
Global Appeal 2014 dilaksanakan dalam 3 rangkaian kegiatan yang meliputi : 1) Seruan
Global 2014 bagi penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap OYPMK dan anggota
keluarganya yang dihadiri oleh Dr. HR. Agung Laksono (Menteri Koordinator
Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia), Prof. Dr. Nafsiah Mboi, MPH.Ped (Menteri
Kesehatan Republik Indonesia), Yohei Sasakawa (TNF), serta sekitar 218 undangan dari
berbagai unsur pemerintah dan masyarakat; 2) Konferensi Pers yang melibatkan 40
orang wartawan dari media cetak, elektronik dan televisi baik nasional maupun
internasional; dan diakhiri dengan 3) FGD yang bertujuan mengidentifikasi masalah
utama, menemukan upaya strategis dan taktis dalam pemenuhan hak OYPMK dengan
melibatkan 34 orang peserta.
2.
Peluncuran film “Marah di Bumi Lambu” dan Iklan “Hak Atas Tanah” di Jakarta,
12 Mei 2014
Pembuatan film dan iklan ini telah dimulai sejak 2013 bekerja sama dengan Forum
Lenteng. Film ini berlatar belakang kasus Sape Bima dan mengisahkan perjuangan
masyarakat untuk hak mereka atas tanah dan upaya yang telah dicurahkan Komnas HAM
dalam kasus tersebut. Persoalan di Bima timbul setelah pemerintah menerbitkan ijin
eksplorasi seluas 24.980 Ha tanah milik warga di Kecamatan Sape, Kecamatan Lambu
dan Kecamatan Langgudu kepada sebuah perusahaan yang diduga tanpa berkomunikasi
terlebih dahulu dengan masyarakat. Kasus ini kemudian berkembang menjadi konflik
agraria dan menjadi perhatian nasional karena telah memicu jatuhnya korban jiwa dan
luka-luka.
58
Laporan Tahunan Komnas HAM 2014