2014
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Pada masa baktinya sebagai salah seorang pimpinan Komnas HAM, Ansori juga tercatat
sebagai Anggota Tim Pendataan Anak-Anak Timor-Timur yang dipindahkan dari TimorTimur ke Indonesia. Ia turut berperan aktif menyelidiki serta mengkaji berbagai peraturan
perundang-undangan maupun kebijakan Pemerintah terkait Timor-Timur sebelum
referendum. Beliau juga tercatat sebagai Anggota Tim Pengarah Pembentukan Tim Inkuiri
Nasional Komnas HAM tentang Hak Masyarakat Hukum Adat atas Wilayahnya Di dalam
Kawasan Hutan. Kemudian menjadi Anggota Tim Pemantauan dan Penyelidikan
Pengungkapan Peristiwa 13 Orang Aktivis 1997/1998 Yang Masih Dinyatakan Hilang.
Pada Januari 2015 beliau diangkat menjadi Anggota Tim Penyelidikan Dugaan
Kriminalisasi Pimpinan KPK. Hingga saat ini Ansori tetap aktif sebagai pengajar di
Program Pascasarjana dan Program Doktoral pada beberapa perguruan tinggi di Jakarta.
Wakil Ketua Bidang Internal
Perempuan lulusan Fisika FP MIPA IKIP Surabaya ini, lebih memilih profesi jurnalis
ketimbang mengabdikan diri sebagai seorang guru. Kendati demikian ia sempat
mengawali kariernya sebagai guru fisika di beberapa SMA dan pada saat bersamaan juga
menjadi pengasuh di rubrik pelajar Surabaya Post.
Pengalaman bersentuhan dengan media, membuatnya jatuh hati pada dunia jurnalistik
dan memutuskan untuk meninggalkan dunia pendidikan. Ia lebih memilih mendalami
profesi jurnalis dan bergabung dengan Harian Surya pada tahun 1989 sebagai wartawan
di bidang politik dan keamanan. Ketertarikannya semakin dalam sehingga kemudian
menjajaki profesi sebagai jurnalis TV dan bergabung dengan salah satu stasiun TV
terbesar SCTV ( 1991-1994). Karirnya semakin berkembang ketika ia menjabat sebagai
produser dan presenter di divisi pemberitaan RCTI (1994-1999). Selain dunia jurnalistik,
ia juga sempat dipercaya sebagai staf khusus Menteri Negara BUMN (2000). Jabatan lain
yang kemudian ia sandang adalah Senior Editor LippoStar.com, lalu kembali ke dunia TV
dan menjabat sebagai Current Affair Manager Lativi, Direktur Pemberitaan Global TV
merangkap Pemimpin Redaksi MNC News (2004-2011).
Selama menekuni dunia jurnalistik, Siane banyak melakukan peliputan berbagai peristiwa
kerusuhan dan konflik horizontal, kasus kekerasan, dan berbagai kasus pelanggaran
HAM. Ia sempat ditugaskan selama satu bulan untuk meliput dampak diberlakukannya
DOM Aceh dan meliput peristiwa kekerasan di Timor Timur sebelum dan sesudah jajak
pendapat. Pada 1998-2000, ia telah melakukan investigasi berbagai peristiwa kerusuhan,
mulai dari kerusuhan dan pemerkosaan bernuansa SARA pada peristiwa Mei (13-14 Mei
1998), kasus pembunuhan berdalih dukun santet, kerusuhan antar etnis di Sampit dan
Palangkaraya (2001).
Pada 1998-2004, Siane berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan almarhum KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang saat itu tengah melakukan investigasi berbagai
kasus kerusuhan serta pendampingan terhadap para korban pelanggaran HAM.
Pengalaman ini telah membawanya untuk menjalin kerjasama dengan sutradara Garin
Nugroho dalam rangka memproduksi beberapa PSA untuk televisi berisikan pesan Gus
Dur tentang kebebasan umat beragama dan toleransi (2000).
Laporan Tahunan Komnas HAM 2014
3