Dalam konteks pendidikan dasar, Pasal 28 KHA menyebutkan bahwa tiap anak
berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Di masa pandemi pun, Pemerintah
harus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk tetap memastikan terselenggaranya
pendidikan dasar di berbagai wilayah secara non-diskriminatif, termasuk daerah terpencil,
kepulauan, daerah tertinggal, dan peserta didik penyandang disabilitas, dengan sumber
daya yang maksimal. Upaya ini pun dapat dilakukan secara bertahap (progressive
realization), namun tidak boleh mengalami kemunduran.
Merespon kondisi pandemi ini, Pemerintah menetapkan status “Kedaruratan
Kesehatan Masyarakat” sebagaimana dimaksud dalam UU Kekarantinaan Kesehatan dan
menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial
Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid19). 31 Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu memuat peliburan sekolah
30F
dan tempat kerja, pembatasan kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan; dan pembatasan
mobilitas, kerumunan, dan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. 32 Setelah menerapkan
31F
kebijakan PSBB, pada 2021, Pemerintah menetapkan kebijakan Pengaturan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM). Di bidang pendidikan, dampak yang dirasakan adalah
perubahan penyelenggaraan pendidikan tatap muka menjadi pendidikan jarak jauh (PJJ)
atau dikenal pula dengan istilah belajar dari rumah (BDR). Kondisi ini mengharuskan
sekolah, guru, siswa maupun orang tua atau wali menyesuaikan proses pembelajaran itu,
baik menggunakan metode luar jaringan (luring) atau offline, maupun dalam jaringan
(daring) atau online.
Disadari bahwa pelaksanaan metode daring dengan cara BDR memiliki banyak
kendala di lapangan, yaitu di antaranya adalah kurang lancarnya komunikasi antara guru
dengan murid yang dipengaruhi oleh banyak faktor dan berakibat pada daya tahan para
siswa dalam menghadapi pelajaran. Sebuah studi yang dilakukan oleh Rahayu, dkk pada
2020 meneliti daya tahan (resilience) siswa SD dalam mengikuti mata pelajaran
matematika, yang menemukan bahwa daya tahan para siswa itu dipengaruhi tidak hanya
oleh kompleksitas materi dan perubahan metode pembelajaran, tetapi juga oleh
GDS Rahayu and others, ‘Analysis of Elementary School Students’ Mathematical Resilience during Learning
during the Covid 19 Pandemic’ [2020] Journal of Physics 7, 1.
32
‘Tata Kelola Penanggulangan COVID-19 dalam Perspektif HAM’ (Komnas HAM Republik Indonesia 2020).
31
24