Standar Norma Pengaturan Nomor 9 tentang Pemulihan Hak-Hak Korban Pelanggaran HAM yang Berat | 41 dengar pendapat terbuka dan tertutup, pengambilan pernyataan, wawancara, dan submisi tertulis. Di dalam laporan akhirnya ‘Per Memoriam Ad Spem,’ komisi ini mengeluarkan beberapa rekomendasi, yaitu rekomendasi mengenai akuntabilitas dan reformasi kelembagaan; rekomendasi terkait kebijakan perbatasan dan keamanan bersama; rekomendasi resolusi konflik dan layanan psikososial bagi para korban; rekomendasi terkait persoalan ekonomi dan aset; rekomendasi pembentukan komisi untuk orang hilang; rekomendasi untuk pengakuan dan permintaan maaf; serta rekomendasi jangka panjang dan aspiratif untuk meningkatkan persahabatan dan rekonsiliasi di antara kedua bangsa. Pendokumentasian Arsip 176. Salah satu bagian penting dari bentuk remedi terkait hak untuk mengetahui adalah pelestarian arsip. Pelestarian arsip mencakup tindakan teknis dan penerapan sanksi untuk mencegah pemindahan, perusakan, penyembunyian atau pemalsuan arsip, untuk mencegah impunitas bagi pelaku pelanggaran HAM.124 Salah satu contoh model pendokumentasian arsip oleh Negara dilakukan di Cile.125 Perubahan Kurikulum Pendidikan/Sekolah 177. Perubahan kurikulum pendidikan merupakan salah satu model remedi yang terkait hak untuk mengetahui dan pencegahan keberulangan. Perubahan kurikulum dapat dilakukan terhadap kurikulum pendidikan sejarah, pendidikan kewarganegaraan, dan kurikulum HAM.126 Beberapa negara yang pernah melakukan perubahan kurikulum pendidikan/sekolah dalam kaitannya dengan pengalaman pelanggaran HAM yang pernah terjadi, di antaranya Cile127 dan Guatemala.128 178. Modul Napak Reformasi Tragedi 1998 yang disusun oleh Komnas Perempuan merekomendasikan untuk memasukkan pendidikan sejarah Reformasi, termasuk sejarah mengenai Tragedi Mei 1998 ke dalam kurikulum pendidikan sekolah. Pengenalan terhadap peristiwa-peristiwa tersebut penting sebagai upaya untuk mencegah berulangnya peristiwa serupa di masa mendatang, khususnya ingatan terhadap peristiwa kekerasan seksual dan stigma terhadap korban yang terbakar sebagai penjarah. Pengetahuan sejarah semacam ini juga akan memberikan hak dari para korban atas kebenaran, keadilan, dan pemulihan.129 124 Orentlicher, op.cit., Prinsip 14. Elizabeth Lira, “Policy for Human Rights Violations in Chile,” dalam Pablo de Greiff, The Handbook of Reparations, Oxford University Press, 2006, hlm. 55–101. Pada 1992 Cile mengesahkan undang-undang yang menetapkan Lembaga Nasional untuk Pemulihan dan Rekonsiliasi (the National Corporation for Reparation and Reconciliation) sebagai pelaksana rekomendasi KKR Cile dan upaya-upaya reparasi bagi korban. Lembaga ini kemudian membentuk Program Pusat Arsip dan Dokumentasi yang bertujuan untuk menyimpan berbagai dokumentasi buku, dokumentasi, sejarah, yang dikumpulkan oleh Lembaga Nasional untuk Pemulihan dan Rekonsiliasi. 125 126 Dewan HAM PBB, Promotion of Truth… op.cit., para 44. Lembaga Nasional untuk Pemulihan dan Rekonsiliasi di Cile membentuk Program Pendidikan dan Promosi Budaya untuk memperkenalkan program pendidikan HAM di sekolah. Program ini bertujuan untuk memperkuat budaya HAM di negara tersebut. Setelah masa kerja Lembaga Nasional untuk Pemulihan dan Rekonsiliasi selesai, tim program ini kemudian menjadi bagian dari Kementerian Pendidikan. Lihat Lira, loc.cit. 127 Laporan Komisi Klarifikasi Sejarah Guatemala (Commission para el Esclarecimiento Histórico/CEH) yang diberi judul Nunca Más, telah membantu membuka “ruang” sosial untuk diskusi tentang masa lalu. Salah satunya hasilnya adalah munculnya minat banyak guru dan sekolah untuk memasukkan materi tentang masa lalu dalam program studi mereka, yang pada masa lalu dianggap tabu. Dewan HAM PBB, Promotion of Truth...loc.cit. 128 Komnas Perempuan (2012) Napak Reformasi Tragedi Mei 1998, https://komnasperempuan.go.id/instrumenmodul-referensi-pemantauan-detail/napak-reformasi-tragedi-mei-1998. 129

اختر الفقرة المستهدفة3