BAB 2: Panduan Pelaksanaan untuk Rencana Aksi Regional
Panduan ini dimaksudkan untuk menyediakan panduan bagi LNHAM dalam menerapkan RAR. Panduan
ini dibuat agar bersifat sepraktis mungkin, untuk membantu LNHAM Anda dalam mengambil langkah untuk
melaksanakan aksi dalam RAR.
Panduan ini akan difokuskan pada aksi nasional serta mencakup delapan modul yang dipandu oleh tiap aksi
nasional yang tertera di atas.
A. Elemen yang bersinggungan: Konsultasi, Keamanan, dan
Perlindungan Kolektif
i. LNHAM sebagai PHAM
LNHAM sendiri dapat, dan seharusnya dianggap sebagai PHAM. LNHAM yang independen memajukan dan
memperjuangkan perlindungan dan perwujudan HAM dan kebebasan fundamental di tingkat nasional, yang
sejalan dengan definisi PHAM.2
Mantan Special Rapporteur (Pelapor Khusus) PBB tentang situasi PHAM (UNSR tentang PHAM), Margaret
Sekaggya menyebutkan dalam laporan tahunannya bahwa: “[...] lembaga nasional yang beroperasi dengan
mematuhi Prinsip-Prinsip Paris serta anggota dan stafnya, dapat dianggap sebagai pembela HAM. Dia tahu
bahwa mereka menghadapi tantangan penting dan rentan mengalami serangan, ancaman, intimidasi, dan
pelecehan sehubungan dengan aktivitas HAM mereka”.3
Pengklasifikasian LNHAM sebagai PHAM berarti mengakui pekerjaan penting yang mereka lakukan, hak-hak
tertentu yang berhak mereka dapatkan, serta bahaya yang mereka hadapi karena pekerjaan mereka. Hal ini
menyoroti mengapa LNHAM harus mempertimbangkan penerapan standar tentang hak-hak PHAM tidak
hanya secara eksternal (untuk orang yang mencari bantuan), tetapi juga secara internal (untuk staf LNHAM).
Seperti yang dialami semua PHAM, hak yang diperoleh dan risiko yang dihadapi akan bervariasi. Misalnya,
anggota LNHAM yang bekerja di lapangan bersama korban kemungkinan akan lebih rentan mengalami
tindakan pembalasan daripada staf lainnya. Mengingat keterkaitan antara LNHAM dan pemerintah,
pemerintah yang konfrontatif mungkin berupaya membatasi LNHAM dari aspek finansial atau legislatif.
Dengan cara ini, pengekangan terhadap mandat mereka, serangan terhadap otonomi dan kemandirian
mereka, serta pembatasan terhadap kompetensi mereka merupakan sejumlah risiko utama yang dihadapi
oleh LNHAM.4
Oleh karena itu, program pelatihan dan sarana perlindungan harus mempertimbangkan kekhasan LNHAM
sebagai PHAM dan disesuaikan untuk merespons tantangan ini secara memadai. Seperti yang disampaikan
Pelapor Khusus tentang PHAM: “...anggota dan staf lembaga nasional harus menyadari risiko bahwa
pekerjaan mereka mengandung konsekuensi sehingga harus dibekali dan dilatih dengan semestinya untuk
menghadapi risiko tersebut. Selain itu, ketentuan dan sumber daya khusus harus disediakan untuk memberi
perlindungan yang memadai kepada mereka jika dibutuhkan.”5
ii. Konsultasi
Semua aksi yang dilakukan dalam penerapan Panduan ini akan harus dikembangkan dan membutuhkan
adaptasi untuk konteks nasional yang relevan. Penting bagi Anda untuk bertindak totalitas dengan PHAM,
komunitas mereka, serta organisasi di tingkat bawah karena semua aksi di tingkat nasional dan internasional
perlu dimulai secara menyeluruh.
Semua aksi nasional yang tercantum dalam panduan ini harus dilakukan melalui konsultasi dengan PHAM.
Semua aksi untuk perlindungan PHAM harus dipimpin oleh PHAM. Konsultasi dengan PHAM harus
dilakukan secara inklusif dan harus mengikutsertakan PHAM dalam semua keragaman mereka (PPHAM,
PHAM hak-hak SOGIESC, PHAM pribumi, dsb.) serta PHAM yang menangani berbagai area dan isu (hakhak imigran, hak lingkungan, hak-hak perempuan). Dalam setiap konteks nasional, terdapat kelompok
PHAM yang paling berisiko sehingga mereka penting untuk dilibatkan dan diajak berkonsultasi terkait
upaya untuk melindungi mereka sehingga aksi tersebut responsif dan efektif. Anda harus menyertakan
2
Deklarasi PBB tentang PHAM, Pasal 1, https://www.ohchr.org/en/issues/srhrdefenders/pages/declaration.aspx
3
https://undocs.org/en/A/HRC/22/47 ayat 34
4
https://undocs.org/en/A/HRC/22/47 ayat 27, 40, 59
5
https://undocs.org/en/A/HRC/22/47 ayat 83
9