Panduan Pelaksanaan untuk Rencana Aksi Regional tentang Pembela Hak Asasi Manusia
•
Mengecualikan PHAM dari persiapan dan fasilitasi acara. PHAM diperlakukan sebagai orang yang harus
“diajar” dan tidak setara dengan fasilitator.
•
Mengucilkan PHAM tertentu, baik karena identitasnya, gerakan yang mereka bela, afiliasi politiknya, atau
jenis pekerjaan yang mereka lakukan.
•
Menempatkan ekspektasi yang tidak realistis pada PHAM, misalnya mereka semua harus menjadi martir
atau menggunakan wacana yang menggambarkan mereka sebagai pahlawan atau manusia super.
•
Sangat fokus pada hal-hal negatif (risiko, ancaman, impunitas) yang dapat menimbulkan ketakutan dan
keengganan.
•
Mengabaikan dimensi kolektif dari pekerjaan hak asasi manusia dan kebutuhan akan perlindungan kolektif.
•
Partisipasi sangat sulit dan tidak berkelanjutan.
•
Ada fokus pada perlindungan yang reaktif, bukan preventif.
•
Dianggap sebagai daftar tugas alias to-do list.
•
Hanya fokus pada risiko tinggi dan masalah keamanan langsung.
•
Dianggap sebagai tujuan itu sendiri.
Sebaliknya, penguatan kapasitas memberi pemberdayaan jika:47
•
Mempertimbangkan pengalaman hidup PHAM dan konteks pekerjaan mereka.
•
Bersifat inklusif terhadap PHAM dalam semua keragamannya dan memperlakukan mereka dengan setara.
•
Wacana dan narasinya tidak menciptakan ekspektasi dan beban yang tidak realistis pada PHAM. juga
menyebutkan aspek positif dan inspiratif yang untuk menyemangati mereka.
•
Mempertimbangkan masyarakat dan dimensi kolektif dari hak asasi manusia dan pekerjaan yang
berhubungan dengan hak asasi manusia
•
Ada partisipasi yang berkelanjutan serta ruang permanen yang aman secara daring dan luring untuk
berbagi praktik yang baik dan bertukar informasi.
•
Berfokus pada hal yang dapat dilakukan oleh PHAM, bukan pada hal yang harus atau tidak boleh mereka
lakukan.
•
Menyediakan sarana untuk perlindungan preventif dan perlindungan dari berbagai jenis dan tingkat risiko.
•
Dianggap sebagai sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri, yakni merupakan proses yang
berkelanjutan.
E. Membuat sumber daya penting yang tersedia dalam bahasa lokal
Akses informasi merupakan elemen penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung
bagi PHAM.48 Di satu sisi, ini memungkinkan PHAM untuk mengetahui hak-hak mereka dan mendapatkan
informasi yang mereka perlukan untuk menjalankan pekerjaannya (mis. resolusi dan undang-undang,
dokumen pemerintah, laporan dari organisasi HAM); di sisi lain, ini memungkinkan masyarakat umum untuk
mengetahui hak-hak mereka dan hak-hak PHAM, serta tanggung jawab pemerintah berkenaan dengan hal
tersebut. Ini dapat membantu mengelola ekspektasi terkait peran dan tanggung jawab PHAM, serta bantuan
dengan pengawasan publik sehubungan dengan data HAM di pemerintahan.
Untuk negara yang memiliki lebih dari satu bahasa, penerjemahan dokumen penting ke bahasa lisan di
negara Anda dapat mencari cara yang simpel namun berdampak besar untuk mendukung PHAM. Ini dapat
mencakup dokumen seperti Deklarasi PHAM PBB, resolusi PBB lainnya terkait dengan PHAM, rekomendasi,
hasil pengamatan dan laporan yang disimpulkan dari organisasi HAM internasional. Jika suatu laporan
relevan untuk penduduk tertentu atau suatu wilayah di negara Anda, dokumen yang tersedia dalam bahasa
lokal menjadi serba penting.
26
47
https://www.protectioninternational.org/sites/default/files/2017-Roundtable-report-EN.pdf hal.10
48
A/HRC/32/20