Panduan Pelaksanaan untuk Rencana Aksi Regional tentang Pembela Hak Asasi Manusia
Kampanye peningkatan kesadaran, program advokasi, program untuk memperkuat perlindungan hukum
nasional atau aksi lainnya oleh LNHAM harus dikembangkan dengan mempertimbangkan risiko yang
dihadapi oleh PPHAM dan kebutuhannya. Risiko yang dihadapi dan kebutuhan perlindungan PPHAM
harus dipertimbangkan dalam implementasi setiap aksi nasional yang disertakan dalam Panduan ini, yang
mengarusutamakan pendekatan gender untuk semua aksi.
B. Pemilahan data menurut gender
Faktor lain yang membantu melanggengkan kekerasan terhadap PPHAM adalah kurangnya pengakuan
dan dokumentasi tentang kekerasan tersebut. Misalnya, PPHAM mungkin ditahan dalam unjuk rasa, dan
mereka mungkin juga dilecehkan secara seksual dan ditindas secara lisan oleh petugas yang menahan
mereka, meskipun pelecehan tersebut mungkin tidak diakui atau dilaporkan. Demikian pula, data yang
mendokumentasikan kekerasan terhadap pembela HAM sering kali tidak dipisahkan menurut gender,
serta tidak ada indikator untuk menganalisis kekerasan tertentu terhadap PPHAM. Dampak tambahan dari
kurangnya data ini menghasilkan lebih sedikit materi untuk perlindungan khusus bagi PPHAM.27
Sebagaimana didefinisikan dalam Panduan APF untuk Pemantauan, Evaluasi, Akuntabilitas, dan
Pembelajaran (MEAL),28 data yang dipisahkan merupakan data yang dikumpulkan, dianalisis, dan disajikan
secara terpisah, menurut sub-kategori, yang memungkinkan analisis yang lebih besar dan identifikasi tren/
diskriminasi, mis. data yang dipisahkan menurut gender.
Data dan informasi yang dipisahkan menurut gender memungkinkan seseorang untuk menilai pelanggaran
yang sedang terjadi serta mengembangkan respons dan kebijakan berbasis bukti yang sesuai. Idealnya,
data tersebut dikumpulkan yang mencakup beberapa tahun untuk melacak perubahan dan mengambil
aksi perbaikan. Organisasi masyarakat sipil, seperti LSM, organisasi hak-hak perempuan dan PHAM, dapat
menjadi sekutu berharga dalam mengumpulkan informasi tentang dampak yang mungkin atau sebenarnya
terjadi dari kebijakan, dan mereka harus selalu diajak berkonsultasi secara berkala.
Penting untuk diingat bahwa data yang dipisahkan menurut gender tidak boleh terlalu berfokus pada
‘perempuan saja’. PHAM non-biner, laki-laki dan perempuan transgender, dan lainnya dengan identitas,
ekspresi gender, dan karakteristik seksual yang menempatkan mereka dalam situasi rentan tertentu juga
harus dipertimbangkan.
Anda juga berperan penting dalam meningkatkan kesadaran tentang ahli statistik dan perwakilan
kementerian pemerintah terkait isu gender melalui kampanye informasi dan program pelatihan.
Beberapa contoh pemilahan data berbasis gender di tingkat nasional ditemukan dalam ‘Toolkit untuk
Pengarusutamaan dan Pengimplementasian Kesetaraan Gender’ dari OECD.29 APF dapat memberikan
pelajaran dan informasi tentang cara memastikan bahwa data pelanggaran terhadap PHAM dipisahkan
menurut gender.
18
27
https://www.awid.org/sites/default/files/atoms/files/Our%20Right%20To%20Safety_FINAL.pdf
28
https://www.google.com/url?q=https://www.asiapacificforum.net/resources/monitoring-evaluation-accountability-andlearning-guide-national-human-rights-institutions/&sa=D&source=docs&ust=1637346715487000&usg=AOvVaw27_
lucT1tMwipZuFQOjUZY
29
www.oecd.org/gender/governance/toolkit/government/assessment-of-gender-impact/disaggregated-data/