Perlunya Undang-Undang Komprehensif
tersebut tidak berlanjut dan sedang diusahakan kembali.205
92. Beberapa negara Amerika Latin yang telah menerbitkan undang-undang anti-diskriminasi komprehensif
misalnya Meksiko (Undang-Undang Federal untuk Mencegah dan Membasmi Diskriminasi, 2003), Negara
Plurinasional Bolivia (UU menentang Rasisme dan Segala bentuk Diskriminasi, 2010), dan Chili (UU No.
20.609, tahun 2012) yang menetapkan langkah-langkah menentang diskriminasi.
93. Menurut Komisi HAM Inter-Amerika, kewajiban negara untuk membuat peraturan perundang-undangan
melawan diskriminasi atas dasar keragaman seksual, gender, dan tubuh itu harus dilakukan secara komprehensif agar efektif, mencakup diskriminasi formal dan substantif, de jure dan de facto.206 Konvensi InterAmerika menentang Segala Bentuk Diskriminasi dan Intoleransi yang mulai berlaku pada tahun 2020
menyatakan bahwa Negara Pihak berjanji untuk mengadopsi legislasi yang secara jelas mendefinisikan
dan melarang diskriminasi dan intoleransi, yang berlaku untuk semua otoritas publik, orang perseorangan
dan badan hukum, baik di sektor publik maupun di sektor swasta".207
94. Pada tahun 2011, Majelis Parlemen Dewan Eropa mengadopsi resolusi 1844 (2011) tentang Deklarasi
Prinsip Kesetaraan dan Kegiatan Dewan Eropa, yang meminta negara-negara anggota untuk mengadopsi
undang-undang anti-diskriminasi yang antara lain: mengidentifikasi perilaku diskriminatif dan, jika perlu,
menghukum pelanggaran; menetapkan pemulihan efektif yang tersedia bagi korban dugaan diskriminasi;
mencakup semua dasar diskriminasi yang relevan, serta berbagai bentuk dan gabungannya. Negaranegara lain di Eropa yang telah menerbitkan undang-undang anti-diskriminasi misalnya Kroasia (2008),
Bosnia-Herzegovina (2009), Serbia (2009), Albania (2010), Makedonia Utara (2010, lalu diganti tahun
2020), Republik Moldova (2012), Ukraina (2012), Georgia (2014); dan Montenegro (2014).
Sektor
Sektor
Swasta
Swasta
dandan
Non-Pemerintah
Non-Pemerintah
95. Selain perkembangan di sisi pemerintah dan antar-pemerintah, terdapat perkembangan di sisi swasta dan
non-pemerintah yang amat pesat untuk mewujudkan kesetaraan dan non-diskriminasi. Keberagaman,
Ekuitas, dan Inklusi, atau Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) telah menjadi suatu kerangka konseptual
yang mempromosikan perlakuan adil dan partisipasi penuh semua orang, terutama di tempat kerja.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh dunia usaha dalam hal ini senada dengan hal-hal yang perlu dimuat
undang-undang anti-diskriminasi komprehensif sesuai anjuran OHCHR.
96. DEI didorong bukan hanya atas alasan moral tetapi juga keuntungan bisnis. Menurut International Labour
Organization (ILO), keragaman dan inklusi yang tinggi di tempat kerja memiliki kaitan dengan produktivitas, inovasi, dan kesejahteraan tenaga kerja yang lebih tinggi pula. Bila tidak didorong, maka perusahaan,
pekerja, dan masyarakat kehilangan potensi yang cukup besar.208 Senada dengan ILO, menurut majalah
bisnis Forbes, terdapat delapan alasan mengapa keberagaman dan inklusi bersifat esensial bagi keberhasilan usaha209, di antaranya karena keberagaman dan inklusi dapat meningkatkan inovasi, produktivitas,
OHCHR dan ERT, Protecting Minority Rights: A Practical Guide to Developing Comprehensive Anti-Discrimination Legislation (United Nations: 2023),
halaman 14, https://www.ohchr.org/en/publications/policy-and-methodological-publications/protecting-minority-rights-practical-guide.
Komisi HAM Inter-Amerika, Advances and Challenges towards the Recognition of the Rights of LGBTI Persons in the Americas, 2018, paragraf 94,
https://www.oas.org/en/iachr/media_center/PReleases/2019/126.asp
207
OHCHR dan ERT, Protecting Minority Rights: A Practical Guide to Developing Comprehensive Anti-Discrimination Legislation (United Nations: 2023),
halaman 10.
208
Press release, “Greater progress on diversity and inclusion essential to rebuild productive and resilient workplaces”, 06 April 2022, https://www.ilo.org/global/about-the-ilo/newsroom/news/WCMS_841085/lang--en/index.htm.
209
Bianca Miller Cole, “8 Reasons Why Diversity And Inclusion Are Essential To Business Success”, Forbes, 15 September 2020, https://www.forbes.com/sites/biancamillercole/2020/09/15/8-reasons-why-diversity-and-inclusion-are-essential-to-business-success/.
205
206
KESETARAAN ADALAH HAK: Makalah Kebijakan Penguatan Kerangka Hukum Nasional
tentang Kesetaraan dan Penghapusan Diskriminasi yang Komprehensif
29