negara, agar dapat menjalankan norma-norma dan prinsip HAM sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari mereka. Pemberdayaan individu--memampukan individu--hingga akhirnya mengubah masyarakat merupakan satu kesatuan dalam proses transformasi melalui pendidikan HAM. Oleh karena itu, pendidikan HAM kerap disebut sebagai pendidikan transformatif yang mengubah masyarakat, sehingga terjadi perubahan sosial. Pentingnya pendidikan HAM disadari betul oleh berbagai elemen masyarakat, terlebih lagi oleh Institusi Nasional seperti Komnas HAM. Para pegiat HAM, termasuk mereka yang bekerja di Komnas HAM, sejatinya memahami tujuan dan peran pendidikan HAM yang sejalan dengan mandat Komnas HAM untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi terwujudnya HAM bagi semua. Komnas HAM, dalam hal ini Sub-Komisi Pendidikan dan Penyuluhan, melakukan kerja-kerja pendidikan HAM melalui berbagai bentuk program pendidikan, seperti pelatihan, loka karya, dan berbagai bentuk penyuluhan dan kampanye lainnya yang dapat dirasakan oleh berbagai segmen di masyarakat. Dalam rangka mendukung kerja pendidikan dan penyuluhan HAM tersebut, Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan menerbitkan berbagai materi dan bahan bacaan bagi para pemangku kepentingan Komnas HAM. Salah satu upaya penyediaan bahan bacaan tersebut, Komnas HAM kembali menerbitkan Manual Pelatihan Dasar HAM: Pegangan Fasilitator untuk menjadi rujukan bagi para human rights educator, khususnya dalam menyelenggarakan pelatihan HAM. Buku yang merupakan edisi revisi ini diharapkan dapat membantu memperkaya rujukan para pendidik dan pegiat HAM yang melakukan upayaupaya edukasi di masyarakat. Jakarta, November 2015 Koordinator Sub-Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM Muhammad Nurkhoiron Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR vii

اختر الفقرة المستهدفة3