Bagian I Mengelola Pelatihan Partisipatif Apa yang Harus Dipersiapkan? Berikut ini beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum memulai metode tanya-jawab: n Tanya-jawab memerlukan pengantar. Tentukan bagaimana pengantar diberikan. Pengantar yang baik akan memberikan gambaran kepada peserta, misalnya tentang apa yang akan dibahas dan ke mana arah pembahasan. n Pikirkan bagaimana cara untuk menampilkan kembali jawaban peserta. n Susun strategi tanya-jawab. Mulailah dari pertanyaan umum. Jenis pertanyaan ini akan dijawab dengan jawaban yang umum pula. Lanjutkan dengan pertanyaan yang dimaksudkan untuk memperjelas jawaban yang bersifat umum. n Jika perlu, siapkan lembar presentasi. Lembar presentasi berguna untuk: a). memberikan pengantar mengenai suatu topik (misalnya suatu definisi); b). memperlihatkan keseluruhan topik yang dipelajari (misalnya menampilkan struktur atau bagan alur tertentu); c). memberikan penekanan pada topik utama. Bagaimana Caranya? n Sajikan pengantar mengenai topik yang akan dibahas. n Ungkapkan tanya-jawab yang sudah disiapkan. Mulailah dengan pertanyaan umum. n Gunakan sebanyak mungkin pertanyaan terbuka (yang dimulai dengan kata: siapa, apa, bagaimana, mengapa, dimana, dan kapan). Ajukan pertanyaan tersebut untuk membuka modul. Dengan cara ini, fasilitator dapat memilih titik awal pembicaraan. Lanjutkan dengan memperjelas dan merinci jawaban peserta. Dapat juga dilanjutkan dengan menggali dan memperjelas penalaran di balik jawaban sebelumnya. Hindarilah: n Pertanyaan bertubi-tubi. Melontarkan banyak pertanyaan secara sekaligus membuat bingung peserta. Kalaupun ada yang menjawab, biasanya itu hanya jawaban dari satu pertanyaan; n Pertanyaan yang mengarahkan ke suatu jawaban (“Sekarang zaman reformasi. Betul, kan demikian?”); n Pertanyaan tertutup, pertanyaan “ya” atau “tidak”. Pertanyaan yang menuntun dan pertanyaan “ya” atau “tidak” dapat digunakan jika merupakan jembatan untuk pertanyaan berikutnya yang bersifat penggalian; n Pertanyaan yang terlalu susah dan menuntut analisis mendalam, yang dapat mematahkan semangat belajar; n Pertanyaan yang terlalu mudah dan bersifat menjebak karena dapat dianggap menghina kecerdasan peserta; n Pertanyaan retoris, fasilitator bertanya lalu menjawab sendiri. Kalau terlalu sering menggunakan cara ini, peserta tidak akan tahu lagi, apakah fasilitator sebenarnya sedang bertanya atau tidak. 22 Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR

اختر الفقرة المستهدفة3