2. Perilaku “Transfer” Perilaku ini berkaitan dengan sikap yang berhubungan dengan keinginan untuk menerapkan hal tertentu. Perilaku transfer dapat menunjukkan tingkat komitmen yang ingin dicapai dan dibutuhkan untuk dapat menerima perubahan. 3. Perilaku Budaya Perilaku budaya meliputi perubahan individu dalam budaya organisasi atau komunitas. Perilaku budaya ini dapat berupa komitmen untuk melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk menciptakan kondisi yang lebih demokratis dan memberi ruang bagi partisipasi setiap individu dalam kelompok. E. Teknik-teknik yang Dapat Digunakan dalam Proses Pelatihan Partisipatif 1. Tanya-Jawab Tanya-jawab adalah teknik yang paling dasar dalam pelatihan partisipatif. Tanyajawab memungkinkan komunikasi intensif antara fasilitator dan peserta. Caranya, fasilitator melontarkan pertanyaan, peserta pelatihan menjawab, atau sebaliknya. Tanya-jawab dapat digunakan sebagai metode belajar tersendiri, tapi dapat juga dipadukan dengan teknik lain. Teknik tanya-jawab yang paling sederhana adalah dengan cara melontarkan pertanyaan, mendapatkan jawaban, kemudian memperjelasnya. Metode ini paling baik digunakan jika peserta pelatihan sekurangnya memiliki pemahaman dasar mengenai masalah yang dibicarakan, atau memahami kaitan antara satu masalah dan yang lainnya. Jika peserta tidak memiliki pemahaman tentang satu hal, fasilitator tetap dapat merumuskan pertanyaan dengan menggunakan analogi atau mengambil contoh dari kehidupan sehari-hari. Mengapa Tanya-Jawab? Jika menggunakan tanya-jawab, peserta bukan hanya menjadi pendengar ceramah atau presentasi fasilitator. Mereka akan aktif memikirkan jawaban atas pertanyaan dari fasilitator. Terkadang hanya satu orang yang memberikan jawaban. Tapi pada situasi ini yang lain tetap akan ikut berpikir. Keuntungan lain dari tanya-jawab adalah memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam karena peserta sendiri yang memecahkan masala. Sedangkan fasilitator dapat mengenali sikap dan tingkat pemahaman peserta secara umum terhadap suatu persoalan. Dengan teknik tanya-jawab, fasilitator dapat mengatur proses belajar tahap demi tahap, sehingga memungkinkan peserta untuk mempelajari satu topik yang kompleks. Teknik ini juga dapat digunakan sebagai pembuka menuju diskusi kelompok. Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR 21

اختر الفقرة المستهدفة3