Bagian I Mengelola Pelatihan Partisipatif
Tahap Gejolak
Sesudah melewati tahap pembentukan, kelompok mulai menjajaki batas-batas tingkah laku,
“Apa yang akan terjadi jika saya melakukan ini?”; atau “Bolehkah saya melakukan itu?”.
Boleh jadi, akan terjadi persaingan kecil di antara kelompok. Jangan terkejut jika kelompokkelompok tersebut bersatu dan melawan fasilitator. Saran fasilitator akan dikesampingkan,
dan mereka menjalankan tugas dengan cara mereka sendiri. Akan muncul ungkapan yang
mempertanyakan isi pelatihan, tujuan pelatihan, bahkan jadwal pelatihan. Ini dinamakan
tahap gejolak. Dalam tahap gejolak, fasilitator tidak perlu cemas.
Tahap Peredaan
Lanjutkan rencana pelatihan sambil menunggu “badai berlalu”. Beri kesempatan kepada
peserta untuk mengutarakan ketidakpuasannya. Dengarkan keluhan mereka. Fasilitator tidak
perlu membela diri dengan berdalih, mendebat, terlebih menggurui. Berkawanlah dengan
mereka, misalnya, memanfaatkan istirahat atau di waktu-waktu senggang antara dua materi
untuk meredakan ketegangan. Lambat laun peserta akan bersedia bekerja sama. Mereka
melihat bahwa tidak ada gunanya melanjutkan perlawanan. Lebih baik memanfaatkan
sebaik-baiknya kesempatan pelatihan untuk mempelajari sesuatu. Peserta yang telah mulai
saling mengenal akan berusaha menumbuhkan situasi saling percaya dan saling menghargai.
Lelucon segar mulai bertebaran di tengah pelatihan.
Peliharalah situasi ini. Jika kelompok telah memasuki tahap peredaan, fasilitator
dapat menyajikan metode partisipatif dan memilih kesempatan yang seluasluasnya untuk memecahkan masalah.
Tahap Pematangan
Pada tahap pematangan, semua peserta akan merasa nyaman dengan suasana belajar.
Mereka tidak mudah terganggu dengan ulah aneh seorang peserta. Silang pendapat diterima
dengan terbuka. Semua bekerja sama untuk mencapai tujuan pelatihan. Peserta tanpa ragu
mencoba berbagai gagasan pemecahan masalah. Kalaupun terjadi konflik, kelompok pasti
bersikap terbuka dan mencari jalan keluarnya.
Mereka yang telah menangani atau mengikuti pelatihan partisipatif, pada akhir pelatihan
akan merasakan manfaat dari proses itu dalam hal pengembangan diri, peningkatan rasa
percaya diri, bertambahnya pengetahuan, dan kemampuan untuk menerapkan keterampilan
baru dalam situasi nyata. Bagi fasilitator, satu pelatihan saja tidak akan cukup untuk mencapai
keadaan nyaman berada bersama-sama dengan peserta latihan. Rasa nyaman tersebut akan
muncul dengan sendirinya setelah menjalani jam terbang pelatihan yang cukup.
18
Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR