dilakukan. Informasi yang perlu disampaikan kepada para peserta adalah:
1. Pengantar mengenai pentingnya mata acara tersebut dan hasil yang hendak dicapai;
2. Langkah-langkah memfasilitasi secara keseluruhan;
3. Penjelasan tentang tugas-tugas yang perlu dilakukan peserta.
Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk tanya-jawab singkat demi menjaga
adanya kemungkinan peserta kurang memahami penjelasan fasilitator.
2. Memantau
Fasilitator perlu memastikan bahwa peserta berproses sesuai dengan alur belajar yang telah
disepakati dan memperoleh manfaat dari keseluruhan proses pelatihan. Fasilitator perlu
mempersiapkan dan mengumpulkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk memberikan
umpan balik. Fasilitator mengamati dengan cermat seluruh kegiatan yang berlangsung dan
membuat catatan-catatan ringkas. Sambil mengamati, fasilitator dapat memberi masukan
untuk membantu proses belajar. Tapi jangan terlalu banyak melakukan intervensi dalam
proses belajar. Biarkan para peserta menemukan jawaban atau mencapai tujuan belajar
secara mandiri.
Ada dua cara untuk mengamati kegiatan pelatihan:
1. Pendekatan berdasarkan isi, yakni dengan mengamati apa yang dikerjakan oleh peserta.
Pengamatan berdasarkan isi akan berguna untuk modul materi pelatihan yang bertujuan
mengantarkan pemahaman ke suatu jawaban yang benar.
2. Pendekatan berdasarkan proses, yakni mengamati hal-hal yang berkenaan dengan
bagaimana suatu aktivitas dilakukan, atau apa yang terjadi di balik sebuah aktivitas.
3. Mengkaji Ulang, Membingkai, dan Meletakkan pada Konteks
Setelah tugas-tugas dilakukan, fasilitator hendaknya melakukan kaji ulang terhadap proses
yang sudah dilakukan. Kegiatan kaji ulang merupakan kegiatan diskusi yang ditujukan untuk
menarik pelajaran-pelajaran berharga dari proses yang telah berlangsung, yang diperlukan
untuk memberikan penekanan pada pokok-pokok pelajaran yang didapat dan kemungkinankemungkinan penerapannya dalam situasi nyata. Selain itu, manakala berhadapan dengan
gagasan atau pembahasan yang rumit, fasilitator juga perlu membingkai (reframing) dengan
cara merangkum, menyampaikan kembali dengan bahasa yang lebih sederhana, atau
memberi penegasan untuk sejumlah kesimpulan untuk membantu peserta memahami topik
tersebut.
Proses kaji ulang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan pengumpan:
a. Apa saja yang telah kita pelajari?
b. Apa pelajaran yang dapat kita petik dari kejadian dalam proses tadi?
c. Apa saja kesulitan mempraktikkannya?
d. Bagaimana cara kita menghadapi situasi?
Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR
13