Sikap yang perlu dimiliki fasilitator Sikap yang perlu dihindari fasilitator 1. Empati l Mencoba melihat situasi, sebagaimana peserta melihatnya; l Mempertimbangkan segala masalah dari sisi penglihatan peserta; l Ikut merasakan apa yang dirasakan peserta. 1. Keinginan menggurui Sikap menggurui dapat dirasakan oleh peserta sebagai meremehkan. “Ungkapan Anda salah, yang benar adalah....” Pernyataan itu akan menempatkan peserta dalam posisi diserang. Dalam hal peserta yang ”keliru” berpendapat, upaya memperbaikinya tidak perlu dengan menyalahkan, tapi memberikan alternatif penawaran. 2. Wajar l Bersikap jujur, apa adanya, terus terang, dan terbuka; l Menghindari dengan sadar keinginan mengajari; l Mengungkapkan tanggapan secara tulus. 3. Menghargai peserta l Berpandangan positif terhadap peserta; l Menyatakan kehangatan, perhatian, dan penghargaan; l Menghargai perasaan, pengalaman, dan kemampuan peserta. 2. Keinginan menonjolkan diri Keinginan menonjolkan diri akan menghalangi peserta untuk berpartisipasi lebih jauh dalam pelatihan. Penonjolan diri seorang fasilitator akan mengingkari semangat pelatihan partisipatif. Fasilitator akan mendominasi jalannya pelatihan. 4. Hadir bersama peserta l Memperhatikan terus-menerus perkem­ bang­an peserta; l Menyertai peserta dalam segala keadaan; l Melibatkan diri dengan peserta; l Tidak menonjolkan diri sendiri; l Tidak mendominasi pembicaraan; l Memberi kesempatan bagi peserta untuk aktif; l Memberi kesempatan untuk pemerataan pendapat. 5. Membuka diri 3. Memposisikan diri sebagai orang yang l Terbuka terhadap pengalaman, pendirian, ahli dan pendapat yang berbeda; Fasilitator tidak perlu terpancing untuk l Membuka hal-hal baru yang diperoleh menjawab semua pertanyaan peserta, dari peserta; dan seakan-akan tahu segala hal. Peserta l Percaya bahwa orang lain bisa benar. akan lebih tertantang untuk me­lontarkan pertanyaan, dan fasilitator dapat melemparkan kembali pertanyaan Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR 9

اختر الفقرة المستهدفة3