oleh beban tugas dan peran sosialnya. Hal ini membawa implikasi terhadap pilihan
materi belajar dan metode yang digunakan dalam pelatihan, yang perlu disesuaikan
dengan kebutuhan peserta.
î
Orientasi Belajar
Pada anak, orientasi belajarnya berpusat pada materi pembelajaran (subject matter
centered orientation). Sedangkan pada orang dewasa, orientasi belajarnya berpusat pada
pemecahan masalah yang dihadapi (problem centered orientation). Bagi orang dewasa,
proses belajar merupakan kebutuhan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam
kehidupan sehari-hari, terutama berkaitan dengan fungsi dan peranan sosialnya. Hal
ini menimbulkan implikasi terhadap materi belajar yang hendaknya bersifat praktis dan
dapat segera diterapkan.
Bagan 1: Peserta, fasiltator dan panitia berdiskusi dalam suasana yang kondusif.
Suasana Belajar Pelatihan Partisipatif
Suasana pelatihan menentukan berhasil-tidaknya proses pelatihan. Hal-hal yang perlu
dibangun dalam proses pelatihan partisipatif adalah sebagai berikut:
1.
Partisipasi aktif yang merata dari semua peserta
Proses belajar pada orang dewasa mensyaratkan partisipasi aktif dari semua peserta.
Peserta harus mendapat kesempatan untuk memperhatikan, mendengarkan, berbicara,
dan melakukan. Jika terdapat peserta yang mengalami kesulitan untuk terlibat dalam
proses tersebut, tugas fasilitator untuk membantunya.
Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR
5